Mengapa begitu banyak orang yang sukses di dunia ini namun lebih banyak lagi mereka yang tidak sukses alias gagal? Apakah sukses hanya milik segelintir orang saja? Atau merupakan sebuah keberuntungan semata yang erat kaitannya dengan nasib, bakat atau mungkin kecerdasan?
Mungkin acapkali kita mendengar teman, sahabat, keluarga ataupun kolega kita yang berkata "ah, wajar kalo dia sukses, lha wong orangnya pintar kok" atau "dia memang beruntung makanya bisa sukses seperti itu" ataupun barangkali seperti "si anu memang berbakat di bidang itu, tak heranlah kalo dia akhirnya bisa berhasil" dan seterusnya dan seterusnya.
Sejatinya sukses itu tidaklah selalu identik dengan kecerdasan atau kepintaran. Banyak orang pintar dan cerdas di muka bumi ini, namun begitu banyak pula yang tidak berhasil. Contoh kecil misalnya, para sarjana yang kian hari kian memperpanjang daftar angka pengangguran di negeri ini. Mereka bukanlah orang - orang bodoh, teramat pintar malahan. Namun mereka tidak sukses di universitas kehidupan. Banyak orang yang bergelar tapi tidak sukses sementara banyak yang tidak bergelar tapi bisa sukses.
Sukses juga tidak melulu paralel dengan kata yang bernama nasib ataupun keberuntungan. Jika demikian halnya sukses menjadi hal yang sangat eksklusif dan elusif. Apakah Narji Cagur, pelawak yang kini sedang naik daun dan kerap muncul di pelbagai stasiun TV begitu beruntungnya sehingga bisa berubah bagai bumi dan langit dari yang dulunya pemulung menjadi artis ngetop seperti sekarang ini?
Sukses pun tidak selalu analog dengan bakat. Sudah menjadi rahasia umum banyak orang berbakat tapi tidak sukses. Banyak orang yang berbakat memasak tapi tidak menjadi ahli memasak atau chef dan koki seperti Rudi Khairuddin.
Sukses juga tidak selalu inheren dengan kecerdasan. Contoh klasik misalnya, Thomas Alpha Edison. Sang penemu bola lampu pijar ini hanya sekolah 3 bulan selama hidupnya dan dicap bodoh serta dilabel autis oleh guru - gurunya hingga dikeluarkan dari sekolah. Toh bisa sukses menjadi salah seorang yang paling berjasa dalam sejarah pada abad ke-19. Kalau bukan karena Edison si autis yang bodoh itu kita tidak akan pernah mengenal yang namanya lampu listrik dan karenanya masih di alam kegelapan!
Atau contoh yang paling spektakuler dan fenomenal adalah Adam Khoo. Adam Khoo adalah pelatih sukses, motivator dan pembicara termahal di Asia. Adam Khoo kecil adalah anak yang telah distigma bodoh dan di cap tolol oleh guru, kepala sekolah dan teman-temannya. Bayangkan sewaktu SMP-nya dia menduduki peringkat ke-2 terbawah di SMP terburuk di Singapura! Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya "Kenapa di SMP Kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?" Karena prestasi yang buruk itulah dia pun menganggap dirinya anak yang bodoh, tidak punya harapan, dan tidak mungkin berhasil. Namun, pada umur 13 tahun Adam Khoo dikirim ke Super Teen Program yang diajar oleh Ernest Wong dengan menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming dan Whole Brain Learning. Sejak saat itulah keyakinannya berubah dan merubah seluruh arah hidupnya dengan prestasi-prestasi yang mencengangkan. Yakni dari yang tadinya bodoh dan selalu mendapat rangking terbawah di SMP, berubah menjadi siswa yang selalu menduduki rangking 1 alias Top Rank di SMA terbaik di Singapura dan diterima di Universitas terbaik di negeri itu. Dia kemudian masuk kedalam kelompok anak-anak yang berbakat (gifted person) dan dianggap sangat jenius. Kini Adam Khoo adalah pelatih sukses dan motivator sekaligus pembicara termahal di Asia.
Mengapa mereka bisa demikian suksesnya? Banyak hal. Namun yang pasti, dari sini kita tentu sepakat bahwa sukses adalah milik semua orang. Dia milik kamu, kita dan saya. Sukses itu bukanlah sebuah keberuntungan melainkan hal yang harus diciptakan dan diperjuangkan karena dia tidak datang dengan sendirinya. Mesti ada usaha, upaya, ikhtiar lahir batin dan tindakan yang sungguh-sungguh, penuh determinasi, terarah dan terorganisir agar bisa sukses. Karena sesungguh dan sebenar-benarnya kita semua dilahirkan untuk sukses dan dikondisikan untuk gagal agar kita tahu apa itu sukses. Sukses adalah sebuah perjalanan (proses) bukan tujuan (hasil). Sukses memang mempunyai bermacam topeng tetapi memiliki satu wajah. Sukses sejati adalah ketika kita bisa mensukseskan diri sendiri dan orang lain.
Bagaimana menurut anda?
Minggu, 21 September 2008
Jumat, 19 September 2008
Racun itu bernama K2P?
Apakah K2P itu? Kenapa ia disebut racun, virus, parasit ataupun penyakit? Lantas apa kaitannya dengan kesuksesan? Penasaran khan? Silahkan baca posting saya selengkapnya...
K2P adalah singkatan dari Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penunda-nundaan.
K2P adalah racun dan virus yang akan membunuh kesuksesan kita. Ibarat parasit di dalam tubuh K2P alias Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penunda-nundaan harus diwaspadai, diantisipasi dan cepat didiagnosis sedini mungkin sebelum menjadi racun yang akan membunuh dan mematikan kesuksesan kita di kemudian hari.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap harinya kita dihadapkan pada sejumlah pilihan-pilihan. Apakah itu pilihan yang bersifat personal, profesional, finansial ataupun yang bersifat transendental alias spiritual. Bukankah hidup itu pilihan?
Namun terkadang pilihan tersebut sangat sulit untuk kita buat dengan dalih ketiadaan waktu, kesibukan, ataupun alasan-alasan lain yang sebenarnya kurang rasional dan terkesan terlalu di dramatisir dan dibuat-buat.
Padahal sebenarnya pilihan tersebut dapat cepat terlaksana ketika kita bisa Memutuskan! Ingat rumusan bahwa dengan membuat keputusan anda sudah 50% sukses! Dengan melaksanakan dan menindaklanjuti keputusan anda sudah 99,99% sukses! Karena kata orang tidak ada yang 100% di dunia ini.
Memang kerap tidak mudah untuk membuat sebuah keputusan atau pilihan meski sebagian orang bertutur bahwa tidak membuat pilihan juga merupakan sebuah pilihan.
Rasa keengganan untuk berbuat dan bertindak padahal kita sudah sangat ingin untuk bertindak dan berbuat disebabkan karena 3 faktor utama tadi yaitu kemalasan, keraguan dan penunda-nundaan. Penyakit, parasit, virus dan racun bagi kesuksesan kita itu adalah satu paket. Paket yang akan menghempaskan kita ke jurang kegagalan. Ada sebuah pepatah bijak yang sangat menarik. "Jangan hanya sekedar ingin tapi bertindaklah, jangan hanya sekedar tahu tapi terapkanlah." ini sepenuhnya benar.
Orang-orang yang sukses sejatinya adalah orang-orang yang telah mensukseskan dirinya sendiri dan orang lain. Karena mereka telah menguasai, memimpin, mengendalikan, mengalahkan dan menaklukan dirinya sendiri. Menaklukan dirinya dari segala hal yang dapat menghambat kesuksesan mereka terutama dari virus, racun, penyakit serta parasit yang bernama K2P tadi. Bukankah ada petuah bijak yang berujar bahwa orang yang besar bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain, tetapi orang besar adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Tidak mudah memang. Tetapi bukan berarti tidak mungkin bukan? "Nothing is impossible coz anything is possible. Since it's only a matter of thinking and a state of mind!" Tidak ada yang tidak mungkin. Segalanya mungkin. Itu hanyalah bagaimana kita melihatnya. Maka sungguh indah apa yang di bahasakan oleh Napoleon Hill, Bapak Berpikir Positif bahwa "What your mind Conceive and you Believe, you could Achieve" apa yang kita pikirkan dan rasakan kita yakini, kita bisa mencapainya.
Bagaimana menurut anda?
K2P adalah singkatan dari Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penunda-nundaan.
K2P adalah racun dan virus yang akan membunuh kesuksesan kita. Ibarat parasit di dalam tubuh K2P alias Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penunda-nundaan harus diwaspadai, diantisipasi dan cepat didiagnosis sedini mungkin sebelum menjadi racun yang akan membunuh dan mematikan kesuksesan kita di kemudian hari.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap harinya kita dihadapkan pada sejumlah pilihan-pilihan. Apakah itu pilihan yang bersifat personal, profesional, finansial ataupun yang bersifat transendental alias spiritual. Bukankah hidup itu pilihan?
Namun terkadang pilihan tersebut sangat sulit untuk kita buat dengan dalih ketiadaan waktu, kesibukan, ataupun alasan-alasan lain yang sebenarnya kurang rasional dan terkesan terlalu di dramatisir dan dibuat-buat.
Padahal sebenarnya pilihan tersebut dapat cepat terlaksana ketika kita bisa Memutuskan! Ingat rumusan bahwa dengan membuat keputusan anda sudah 50% sukses! Dengan melaksanakan dan menindaklanjuti keputusan anda sudah 99,99% sukses! Karena kata orang tidak ada yang 100% di dunia ini.
Memang kerap tidak mudah untuk membuat sebuah keputusan atau pilihan meski sebagian orang bertutur bahwa tidak membuat pilihan juga merupakan sebuah pilihan.
Rasa keengganan untuk berbuat dan bertindak padahal kita sudah sangat ingin untuk bertindak dan berbuat disebabkan karena 3 faktor utama tadi yaitu kemalasan, keraguan dan penunda-nundaan. Penyakit, parasit, virus dan racun bagi kesuksesan kita itu adalah satu paket. Paket yang akan menghempaskan kita ke jurang kegagalan. Ada sebuah pepatah bijak yang sangat menarik. "Jangan hanya sekedar ingin tapi bertindaklah, jangan hanya sekedar tahu tapi terapkanlah." ini sepenuhnya benar.
Orang-orang yang sukses sejatinya adalah orang-orang yang telah mensukseskan dirinya sendiri dan orang lain. Karena mereka telah menguasai, memimpin, mengendalikan, mengalahkan dan menaklukan dirinya sendiri. Menaklukan dirinya dari segala hal yang dapat menghambat kesuksesan mereka terutama dari virus, racun, penyakit serta parasit yang bernama K2P tadi. Bukankah ada petuah bijak yang berujar bahwa orang yang besar bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain, tetapi orang besar adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Tidak mudah memang. Tetapi bukan berarti tidak mungkin bukan? "Nothing is impossible coz anything is possible. Since it's only a matter of thinking and a state of mind!" Tidak ada yang tidak mungkin. Segalanya mungkin. Itu hanyalah bagaimana kita melihatnya. Maka sungguh indah apa yang di bahasakan oleh Napoleon Hill, Bapak Berpikir Positif bahwa "What your mind Conceive and you Believe, you could Achieve" apa yang kita pikirkan dan rasakan kita yakini, kita bisa mencapainya.
Bagaimana menurut anda?
Belajar dari Korea
Mengapa Amerika butuh waktu 200 tahun alias 2 abad untuk bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, sedangkan Jepang dan Korea Selatan hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah abad atau sekitar 50 tahun untuk bisa unggul dan menjadi salah satu negara termaju di dunia seperti yang kita lihat sekarang? Korea Selatan misalnya, banyak diprediksikan oleh para pakar bahwa dalam tempo 10 tahun mendatang Korea akan berubah menjadi negara termaju di dunia mengalahkan Jepang maupun Amerika Serikat!
Kenapa Korea -dalam hal ini Korea Selatan- bisa begitu sukses luar biasa dan mencengangkan dunia dengan kemajuan negaranya -- dalam banyak bidang terutama bidang teknologi, elektronika, otomotif, konstruksi bangunan, dan kapal-- yang rakyatnya sendiri begitu shock melihat perkembangan negaranya? Banyak hal. Salah satu kunci sukses dan alasan utamanya adalah "fokus, totalitas, kedisiplinan serta kegigihan" yang luar biasa dalam berusaha dan tak kenal lelah membangun negara dan bangsanya keluar dari keterpurukan menjadi negara yang sangat maju di dunia.
Orang Korea sudah biasa bekerja 14 - 18 jam sehari, 94 - 126 jam seminggu. Mereka dikenal sebagai negara dengan etos kerja yang sangat tinggi. Bagi mereka waktu bukan hanya uang, emas ataupun pedang, waktu adalah kehidupan mereka. Maka tak heran jika orang Korea begitu fokus dan total dalam segala hal. Bila datang waktu kerja mereka kerja dengan totalitas, sedang bila tiba waktu libur mereka betul-betul memanfaatkan waktu liburannya untuk memulihkan kembali semangat dan gairah agar dapat bekerja lagi dengan total, optimal, dan maksimal.
Masyarakat Korea sangat dikenal dunia dengan teknologinya. Siapa sih yang tidak kenal merek Samsung, LG, Daewoo, ataupun Hyundai? Bukan hanya dalam bidang teknologi. Dalam bidang pendidikan Korea adalah negara dengan jumlah populasi penduduk bergelar Doktor dan Professor tertinggi di dunia! Sungguh luar biasa! Mereka sadar betul bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik masa depan dan menjadi parameter atau tolak ukur kesuksesan sebuah negara.
Bagaimana dengan Indonesia? Sungguh amat menyedihkan sekaligus memalukan. Kita sudah setengah abad lebih merdeka tetapi bukannya bergerak maju malahan semakin hari semakin mundur, terpuruk dan tertinggal dari negara lain. Tak usah Korea, dari negara Vietnam yang baru merdeka saja kita sudah tertinggal. Apatah lagi Malaysia atau Singapura. Kita memang harus banyak belajar, belajar dari negara-negara lain semisal Korea, Jepang, Malaysia ataupun Singapura. Sudah saatnya bangsa ini bangkit membebaskan dirinya dari keterpurukan. Yakinilah kita bisa seperti mereka. Bahkan melebihi mereka pun bisa. Itu hanya persoalan waktu.
Bagaimana menurut anda?
Kenapa Korea -dalam hal ini Korea Selatan- bisa begitu sukses luar biasa dan mencengangkan dunia dengan kemajuan negaranya -- dalam banyak bidang terutama bidang teknologi, elektronika, otomotif, konstruksi bangunan, dan kapal-- yang rakyatnya sendiri begitu shock melihat perkembangan negaranya? Banyak hal. Salah satu kunci sukses dan alasan utamanya adalah "fokus, totalitas, kedisiplinan serta kegigihan" yang luar biasa dalam berusaha dan tak kenal lelah membangun negara dan bangsanya keluar dari keterpurukan menjadi negara yang sangat maju di dunia.
Orang Korea sudah biasa bekerja 14 - 18 jam sehari, 94 - 126 jam seminggu. Mereka dikenal sebagai negara dengan etos kerja yang sangat tinggi. Bagi mereka waktu bukan hanya uang, emas ataupun pedang, waktu adalah kehidupan mereka. Maka tak heran jika orang Korea begitu fokus dan total dalam segala hal. Bila datang waktu kerja mereka kerja dengan totalitas, sedang bila tiba waktu libur mereka betul-betul memanfaatkan waktu liburannya untuk memulihkan kembali semangat dan gairah agar dapat bekerja lagi dengan total, optimal, dan maksimal.
Masyarakat Korea sangat dikenal dunia dengan teknologinya. Siapa sih yang tidak kenal merek Samsung, LG, Daewoo, ataupun Hyundai? Bukan hanya dalam bidang teknologi. Dalam bidang pendidikan Korea adalah negara dengan jumlah populasi penduduk bergelar Doktor dan Professor tertinggi di dunia! Sungguh luar biasa! Mereka sadar betul bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik masa depan dan menjadi parameter atau tolak ukur kesuksesan sebuah negara.
Bagaimana dengan Indonesia? Sungguh amat menyedihkan sekaligus memalukan. Kita sudah setengah abad lebih merdeka tetapi bukannya bergerak maju malahan semakin hari semakin mundur, terpuruk dan tertinggal dari negara lain. Tak usah Korea, dari negara Vietnam yang baru merdeka saja kita sudah tertinggal. Apatah lagi Malaysia atau Singapura. Kita memang harus banyak belajar, belajar dari negara-negara lain semisal Korea, Jepang, Malaysia ataupun Singapura. Sudah saatnya bangsa ini bangkit membebaskan dirinya dari keterpurukan. Yakinilah kita bisa seperti mereka. Bahkan melebihi mereka pun bisa. Itu hanya persoalan waktu.
Bagaimana menurut anda?
Selasa, 09 September 2008
Mari Lejitkan Potensi Dahsyatmu!
Kita adalah mahakarya dan masterpiece Tuhan yang teramat mulia yang menyimpan potensi jenius dan DAHSYAT dalam diri. Kita adalah permata berlian yang belum diasah. Maka marilah kita maksimalkan, mengoptimalkan, menggelegakkan, melejitkan, meng-upgrade dan meng-update serta mengasah potensi tersebut agar menjadi Permata Berlian yang bersinar cemerlang.
Langganan:
Postingan (Atom)